Para Wanita Pejuang dari Aceh

Berikut adalah daftar tambahan pejuang wanita Aceh yang juga dikenal dalam sejarah karena kontribusi dan keberanian mereka melawan penjajah:
1. Cut Nyak Dien
Memimpin perlawanan setelah suaminya, Teuku Umar, gugur.
Terkenal karena semangat pantang menyerah meski harus berjuang di usia tua dan dalam kondisi kesehatan yang menurun.
2. Cut Meutia
Menjadi simbol keberanian perempuan Aceh setelah melanjutkan perjuangan suaminya, Teuku Muhammad.
Gugur di medan perang pada 1910.
3. Laksamana Malahayati
Laksamana perempuan pertama di dunia.
Memimpin pasukan Inong Balee, armada laut yang terdiri dari para janda pejuang.
Berhasil mengalahkan armada Portugis dan Belanda.
4. Pocut Baren
Dikenal gigih melawan penjajah hingga terluka parah dalam pertempuran.
Menolak menyerah meskipun kondisinya sulit.
5. Pocut Meurah Intan
Ditangkap oleh Belanda dan diasingkan ke Sumatera Barat.
Tetap dikenal sebagai simbol perlawanan wanita Aceh.
6. Cut Lam Ploh
Wanita Aceh yang menjadi pemimpin pasukan perempuan di wilayah Aceh Besar.
Bersama pasukannya, ia berjuang mempertahankan wilayahnya dari penjajahan.
7. Nyang Niken (Teuku Chik di Tiro)
Wanita Aceh yang memberikan dukungan logistik dan moral kepada para pejuang.
Menjadi pendukung utama perlawanan rakyat Aceh.
8. Cut Mutia Binti Abdul Hamid
Ikut serta dalam perang gerilya melawan penjajah bersama pasukan rakyat.
Namanya sering disebut dalam kisah perjuangan Cut Meutia.
9. Teungku Fakinah
Ulama perempuan yang memimpin pasukan untuk melawan Belanda.
Dikenal karena keberanian dan keahliannya dalam taktik perang.
10. Cut Nyak Arin
Seorang tokoh wanita yang terkenal karena memimpin perlawanan di daerah Aceh Timur.
Ia aktif dalam perang gerilya melawan pasukan Belanda.
11. Cut Nyak Unga
Tokoh perempuan yang berperan besar dalam menggerakkan masyarakat untuk melawan penjajahan di Aceh Utara.
Ia juga dikenal sebagai pemimpin masyarakat yang bijaksana.
12. Pocut Anggok
Seorang pejuang wanita dari Aceh yang terkenal karena perlawanan gigihnya terhadap Belanda di daerah Aceh Barat.
Perjuangannya didukung oleh keluarga dan masyarakat setempat.
13. Pocut Cot Seureumo
Wanita yang dikenal karena keberaniannya memimpin serangan terhadap benteng Belanda.
Sering bekerja sama dengan tokoh-tokoh pria untuk melancarkan strategi perlawanan.

Nama-nama ini mungkin kurang terdengar dibandingkan Cut Nyak Dhien atau Cut Meutia, tetapi kontribusi mereka tidak kalah penting.
Peran wanita Aceh dalam perjuangan tidak hanya dalam perang fisik, tetapi juga dalam membangun semangat perjuangan di komunitas mereka.