Tentang Mata

Tentang Mata

Karya WS Rendra

Aku merindukan mata bayi
setelah aku dikhianati mata durjana.
Aku merindukan mata hari
karena aku dikerumuni mata gelap.
Aku merindukan mata angin
karena aku disekap oleh mata merah saga.
Wahai, mata pisau! Mata pisau di mana-mana

Mata batin! Mata batin!
Hadirlah kamu!
Hadirlah kamu di saat yang rawan ini.
Wahai, mata batin!
Kedalaman yang tak terkira.
Keluasan yang tak terduga.
Harapan di tengah gebalau ancaman.

Mata kejora! Mata kejora!
Mata kekasih dalam dekapan malam.

Dalam kehidupan yang penuh mata bisul
hatiku meronta ditawan rangkaian mata rantai.
Sawah gersang tanpa mata bajak.
Mata gergaji merajalela di rimba raya.
Mata badik memburu mata uang.
Mata kail termangu tanpa umpan.

Mata sangkur! Mata sangkur!
Mata sangkur menghujam ke mata batin.
Mata kejora! Mata kejora!
Mata kekasih dalam dekapan malam.

Padang rumput termakan mata api.
Tetapi, kekasihku,
di dalam kalbuku yang murung ini,
engkaulah mata air pengharapanku!