JAKARTA

Jakarta

(Karya Sulaiman Juned)

Terkurung keramaian Jakarta

mengepul asap di hati jadi api

aku ingat kampung; masa kecil yang indah

selepas ngaji. Membaca Hikayat Prang Sabi

memaknai penyerahan diri - merindui Allah.

Masa remaja penuh gairah; memilih rumah tempat berteduh

membawa pulang mawar - membagi keluh

kesah. Bercermin pada kesetiaan Adam-Hawa

(terasa hidup tak ingin cepat kumati).

 

Terkurung keramaian Jakarta

mengepul asap di hati jadi api

aku menyaksikan; badut-badut mempertontonkan gelisah

di gedung ber-AC tapi gerah-bermuara pada dendam

melemparkan bara jadi ambisi tak terkendali

(nurani tersimpan di kantong jas sapari).