Pelangi
Pelangi
Semburat indah menarik hati (tatkala) lembayung senja berkelebat
Dihiasi aneka warna yang menarik akal
Lalu segera saja gelap merebut pagi yang berselimut cakrawala
Hati tergugah kaki melangkah tangan bergerak-gerak melambai-lambai
Tanpa guna kecewa meski begitu gerak laku silih berganti mengalir
Gerak laku zaman adalah kuasa Gusti
Manusia semata-mata hanya menjalani
Awal mula kehidupan cakra manggilingan roda yang berjalan
Obsesi ambisi terhitung mengikuti tonggak masing-masing
Gebyar keindahan duniawi jangan sampai membuat silau
Keinginan hati serta tujuan tanpa ikatan (akan) mengusik hati membuat resah
Menggendong bumi meraih bulan memanggul matahari ibaratnya
Manusia menggebu-gebu, terlalu besar keinginan
Merah jingga membara hasrat amarah serakah penuh nafsu
Kuning menyilaukan bergelut dengan belenggu nafsu supiah aluamah
Hijau biru takdir kehidupan telah digariskan bahagia sedih (maupun) sengsara
Keinginan manusia tak tampak akan memberontak
Sungguh menuju suatu hari putih suci tatkala kalbu telah bersatu dengan
Gusti