Tegak (Karya Toto Sudarto Bachtiar)

TEGAK

Antara ada dan tiada

Yang kutahu diriku hanya

Memandang lantun tertinggi hidup kita

Betapa juga pendeknya ...

 

Cinta, riah musim yang debar-debar jantungnya

Sangat tambah mesra ajakannya

Bersolek di atas cahaya matamu

Betapa sibuknya kupandang sekali

 

Juga alangkah sibuknya cinta dan kerja

Asyik menghitung satu dua tiga tiada habisnya

Tapi bisa terbengkalai sebab sepi yang datang

Antara ada dan tiada