Kegiatan P5 Siswa Kelas IX SMPN 11 Kota Bima Membuatan Eco Enzyme

Projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) merupakan upaya untuk mendorong tercapainya profil pelajar Pancasila dengan menggunakan paradigma baru melalui pembelajaran berbasis projek. Dengan menjalankan P5, pendidik diharapkan dapat menemani proses pembelajaran peserta didik untuk dapat menumbuhkan kapasitas dan membangun karakter luhur sebagaimana yang dijabarkan dalam profil pelajar Pancasila. Salah satu tema yang dipilih pada semester ini adalah tema "Gaya Hidup Berkelanjutan" dengan cara pemanfaatan sampah organik dengan membuat Eco Enzyme.

Eco Enzyme ini pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong yang merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand. Gagasan proyek ini adalah untuk mengolah enzim dari sampah organik yang biasanya kita buang ke dalam tong sampah sebagai pembersih organik.

Jadi eco enzyme adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air. Warnanya coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat.Eco Enzyme bisa menjadi cairan multiguna dan aplikasinya meliputi rumah tangga, pertanian dan juga peternakan. Pada dasarnya, eco enzyme mempercepat reaksi bio-kimia di alam untuk menghasilkan enzim yang berguna menggunakan sampah buah atau sayuran. Enzim dari “sampah” ini adalah salah satu cara manajemen sampah yang memanfaatkan sisa-sisa dapur untuk sesuatu yang sangat bermanfaat. Cairan ini bisa menjadi pembersih rumah, maupun sebagai pupuk alami dan pestisidia yang efektif.

Adapun bahan yang harus di siapkan adalah

1. Bahan organik 1,5 kg (daun kelor, kulit jeruk nipis, kulit apel, pepaya muda, daun singkong, daun sirsak, dan kulit mentimun)

2. Gula merah 500 gram

3. Air bersih 5 L

Adapun alatn yang harus di siapkan adalah

1. Wadah galon

2. Pisau

3. Talenan



Ketiga bahan diatas dimasukkan dalam wadah galon lalu disimpan selama 3 bulan. Namun pada dua minggu awal harus sering di cek karena ditakutkan meledak karena kandungan gasnya masih banyak dari hasil fermentasi.



Sumber:

https://zerowaste.id/zero-waste-lifestyle/eco-enzyme/