JEMBATAN TUA

JEMBATAN TUA

Karya Toto Sudarto Bachtiar


Sudah begitu lama, masih juga aku lalu

Berapa banyak kaki telanjang dan bersepatu

Menggetarkan tangan-tangannya

Yang siang begitu menyala dan malam begitu biru

 

Bergandengan tangan kadang sepasang merpati

Melambatkan langkahnya dan kemudian berhenti

Waktu memandang ke bawah air bisu mengerdipkan matanya

Berlaksa mimpi menemukan matinya yang indah di sana

 

Awan yang lena terkaca di atasnya

Sarat mengandung muatan mendungku ini

Tergila-gila memang hatiku yang banyak meminta

Tanpa sebab, dalam terowongan perjalanan yang akan sebentar saja

 

Tetapi selalu, kalau aku di sana, aku mendengarnya

Suara yang tak habis-habisnya sampai

Kalau engkau sekali menjadi setuaku

Nasibmu mungkin lebih baik dari padaku